Biografi KH. Imam Shonhaji, Pengasuh Pesantren Sukamiskin, Bandung

 
Biografi KH. Imam Shonhaji, Pengasuh Pesantren Sukamiskin, Bandung
Sumber Gambar: Dok. LaduniID

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Menjadi Pengasuh Pesantren
3.2  Kiprah di Nahdlatul Ulama

4.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Atang atau yang akrab dengan sapaan KH. Imam Shonhaji lahir di Subang pada tanggal 18 April 1942. Beliau merupakan anak ketiga dari pasangan H. Muhyiddin dan Hj Nuraenah.

1.2 Keluarga
KH. Imam Shonhaji menikah dengan Nyai Hj. Raden Maemunah Haedar, putri Pengasuh Ponpes Sukamiskin KH. Raden Haedar Dimyati. dari pernikahannya, beliau dikaruniai 11 orang anak (6 laki-laki dan 5 perempuan).

1.3 Wafat
KH. Imam Shonhaji wafat pada Desember 2009. Beliau dimakamkan di pemakaman keluarga besar Pondok Pesantren Sukamiskin, Bandung.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
KH. Imam Shonhaji memulai pendidikannya dengan belajar di Sekolah Rakyat (SR), setelah selesai beliau meneruskan ke Madrasah Ibtidaiyah di Babakan Ciwaringin Cirebon. Kemudian melanjutkan pendidikannya lagi ke MTs dan MA Ponpes Lirboyo di Kediri, Jawa Timur. Setelah menuntut ilmu di Jawa Timur selesai, beliau merantau ke Bandung sambil belajar ngaji di Pondok Pesantren Sukamiskin Bandung.

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah

3.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
KH. Imam Sonhaji merupakan pemimpin keempat yang meneruskan kepemimpinan dari KH. R. Haedar Dimyati. Pada tahun 1965 KH. Imam Shonhaji mulai menginjakan kaki di Sukamiskin sebagai santri, sampai pada akhirnya KH. Imam Shonhaji menikah dengan anak pertama KH. R. Haedar Dimyati yaitu Hj. Memunah Haedar.

Setelah diangkat sebagai menantu pada atahun 1966, KH. R. Haedar Dimyati telah melihat sifat kepemimpinan dari KH. Imam Shonhaji. Berbeda dengan pemilihan atau penunjukan pemimpin sebelumya, dalam sebuah pesantren kepemimpinan yang diterapkan ialah gaya kepemimpinan secara turun-temurun, namun tidak ketika KH. Imam Shonhaji datang ke Pesantren Sukamiskin dan diangkat sebagai menantu.

Beliau diberikan amanat untuk memimpin pesantren menggantikan mertuanya yang telah meninggal yaitu KH. Raden Haedar Dimyati. Hal tersebut menjadi menarik ketika sistem yang biasanya orang yang menjadi pemimpin ialah berasal dari satu keturunan, namun ketika KH. Raden Haedar Dimyati meninggal beliau memilih menantunya untuk meneruskan kepemimpinan pesantren yaitu KH. Imam Shonhaji.

KH. Imam Shonhaji merupakan salah satu tokoh yang memiliki banyak kontribusi terhadap perkembangan Pesantren Sukamiskin. Pesantren Sukamiskin mengalami perubahan dalam hal pembelajaran. Perubahan di sini bukan berarti merubah sistem pembelajaran sebelumnya tetapi adanya penambahan seperti adanya kreasi seni dari para santri setiap minggunya yang diberi nama pertamsilan. Kemudian didirikannya sekolah madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah tahun 1988.

Sosok seorang kiai dalam pesantren tentunya sangat berpengaruh terhadap kelangsungan pesantren tersebut. Hal tersebut disebabkan karena seorang kiai mempunyai pengaruh yang sangat penting baik dalam segi aktifitasnya, pembelajarannya atau pun sikap yang tertanam dalam pribadi santrinya.

KH. Imam Shonhaji merupakan sosok pemimpin yang kharismatik sehingga para santri yang belajar di Pesantren Sukamiskin sangat menghormati KH. Imam Shonhaji sebagai seorang pemimpin.Tidak hanya santri, keluarga dan masyarakat pun menghormati KH. Imam Shonhaji ketika menjadi seorang pemimpin baik di pesantren ataupun diorganisasi yang lain.

3.2 Kiprah di Nahdlatul Ulama
Peranan KH. Imam Shonhaji di Nahdlatul Ulama (NU) beliau diangkat menjadi Rais Syuriah di NU. Beliau mengisi bidang keagamaan yaitu dakwah dan pengajian di sekitar lingkungan rumah, sedangkan dalam bidang sosial kegiatan yang dilaksanakan ialah adanya “santri raksa moral, santri raksa desa, santri nyaah ka kolot, santri raksa usaha, santri raksa pangan”. Selain itu, beliau juga menjadi dewan syuro di Partai Kebangkitan Bangsa dan ketua FKPP Kota Bandung.

4. Referensi
Diolah dan dikembangkan dari data-data yang dimuat di situs: UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Artikel ini sebelumnya diedit tanggal 11 September 2020, dan terakhir diedit tanggal 05 September 2022.

 

Lokasi Terkait Beliau

List Lokasi Lainnya