Biografi Dr. KH. Sahal Mahfudz., MA

 
Biografi Dr. KH. Sahal Mahfudz., MA

Daftar Isi Profil Dr. KH. Sahal Mahfudz., MA

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Keluarga
  4. Pendidikan
  5. Pengasuh Pesantren
  6. Karier
  7. Teladan
  8. Penghargaan
  9. Karya-Karya

Kelahiran

Dr. KH. Sahal Mahfudz., MA lahir pada tanggal 17 Desember 1937, di Desa Kajen, Margoyoso Pati. Beliau merupakan putra ketiga dari enam bersaudara KH. Mahfudh bin Abdussalam al- Hafidz (w. 1944 M) dengan Hj. Badi’ah (w. 1945 M).

Saudara-saudara beliau diantaranya, M. Hasyim, Hj. Muzayyanah (istri KH. Manshur Pengasuh PP.an-Nur Lasem), Salamah (istri KH. Mawardi, pengasuh PP. Bugel-Jepara, kakak istri KH. Abdullah Salam), Hj. Fadhilah (istri KH. Radhi Shaleh Jakarta), Hj. Khadijah (istri KH. Maddah, pengasuh PP.as-Sunniyyah Jember yang juga cucu KH. Nawawi, adik kandung KH. Abdussalam, kakek KH. Sahal).

Wafat

Dr. KH. Sahal Mahfudh., MA wafat pada hari Jumat, 24 Januari 2014, dini hari, pukul 01.05 WIB di kediamannya, komplek Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen, Pati, Jawa Tengah dalam usia 78 tahun.

Keluarga

Pada tahun 1968 M (ada yang menyebut 1969) Dr. KH. Sahal Mahfudh., MA melepas masa lajangnya dengan menikahi Dra. Hj. Nafisah binti KH. Abdul Fattah Hasyim, Pengasuh Pesantren Fathimiyah Tambak Beras Jombang. Buah dari penikahannya, beliau dikarunia seorang putra, nama anak beliau adalah Abdul Ghafar Razin.

Pendidikan

Sejak kecil, Dr. KH. Sahal Mahfudh., MA memulai pendidikannya dengan diasuh oleh ayahnya sendiri. Ayahnya adalah sosok kiai yang memiliki jalur nasab dengan Syekh Ahmad Mutamakkin. Selain kepada ayahnya beliau juga belajar kepada pamannya sendiri, KH. Abdullah Salam.

KH. Abdullah Salam adalah sosok guru yang tidak pernah mendikte Kiai Sahal. Beliau diberi kebebasan dalam menuntut ilmu dimanapun. Tujuannya agar Kiai Sahal bertanggung jawab pada pilihannya. Apalagi dalam menuntut ilmu Kiai Sahal menentukan adanya target, hal inilah yang menjadi kunci kesuksesan beliau dalam belajar.

Setelah selesai, beliau melanjutkan pendidikannya dengan belajar di Madrasah Ibtidaiyah (1943-1949), Madrasah Tsanawiyah (1950-1953) Perguruan Islam Mathali’ul Falah, Kajen, Pati. Setelah beberapa tahun belajar di lingkungannya sendiri, Kiai Sahal muda nyantri ke Pesantren Bendo, Pare, Kediri, Jawa Timur di bawah asuhan Kiai Muhajir.

Selanjutnya tahun 1957-1960 dia belajar di pesantren Sarang, Rembang, di bawah bimbingan Kiai Zubair. Pada pertengahan tahun 1960-an, Kiai Sahal belajar ke Makkah di bawah bimbingan langsung Syekh Yasin al-Faddani. Sementara itu, pendidikan umumnya hanya diperoleh dari kursus ilmu umum di Kajen (1951-1953).

Di Bendo Kiai Sahal mendalami keilmuan tasawuf dan fiqih termasuk kitab yang dikajinya adalah Ihya ‘Ulumiddin, al-Mahalli, Fath al-Wahhab, Fath al-Mu’in, al-Bajuri, at-Taqrib, Sullam at-Taufiq, Safinat an-Najah, Sullam al-Munajat dan kitab-kitab kecil lainnya. Disamping itu juga aktif mengadakan halaqah- halaqah kecil-kecilan dengan teman-teman senior.

Sedangkan di Pesantren Sarang Kyai Sahal mengaji pada Kiai Zubair tentang ushul fiqih, qawa’id fiqh dan balaghah. Dan kepada Kiai Ahmad beliau mengaji kitab tasawuf al-Hikam. Kitab yang dipelajari waktu di Sarang antara lainJam’ al-Jawami’,‘Uqud al-Juman, Tafsir al-Baidhawi, Lubbab an-Nuqul, Manhaj Dzawi an-Nadzar karangan Syekh Mahfudz Termas dan lain-lain.

Pengasuh Pesantren

Dr. KH. Sahal Mahfudh., MA adalah pemimpin Pesantren Maslakul Huda Putra sejak tahun 1963. Pesantren di Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah ini didirikan oleh ayahnya, KH. Mahfudz Salam, tahun 1910. Sebagai pemimpin pesantren, Kiai Sahal dikenal sebagai pendobrak pemikiran tradisional di kalangan NU yang mayoritas berasal dari kalangan akar rumput. Sikap demokratisnya menonjol dan dia mendorong kemandirian dengan memajukan kehidupan masyarakat di sekitar pesantrennya melalui pengembangan pendidikan, ekonomi dan kesehatan.

Karier

Dr. KH. Sahal Mahfudh., MA bukan merupakan seorang pemikir yang menulis ratusan risalah (makalah) berbahasa Arab dan Indonesia, dan juga aktivis LSM yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap problem masyarakat kecil di sekelilingnya.

Peran dalam organisasipun sangat signifikan, terbukti beliau dua periode menjabat Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (1999-2009) dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa bakti 2000-2010. Pada Musyawarah Nasional (Munas) MUI VII (28/7/2005) Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), itu terpilih kembali untuk periode kedua menjabat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa bakti 2005-2010.

Pada Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Donohudan, Boyolali, Jateng, Minggu (28/11-2/12/2004), beliau pun dipilih untuk periode kedua 2004-2009 menjadi Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU). Pada 26 November 1999, untuk pertama kalinya dia dipercaya menjadi Rais Aam Syuriah PBNU, mengetuai lembaga yang menentukan arah dan kebijaksanaan organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan lebih 30-an juta orang itu.

KH. Sahal Mahfudh yang sebelumnya selama 10 tahun memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah, juga didaulat menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI pada Juni 2000 sampai tahun 2005.

Selain jabatan-jabatan diatas, jabatan lain yang sekarang masih diemban oleh beliau adalah sebagai Rektor INISNU Jepara, Jawa Tengah (1989-sekarang) dan pengasuh Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati (1963-Sekarang).

Sedangkan pekerjaan yang pernah beliau lakukan adalah guru di Pesantren Sarang, Rembang (1958-1961), Dosen kuliah takhassus fiqh di Kajen (1966-1970), Dosen di Fakultas Tarbiyah UNCOK, Pati (1974-1976), Dosen di Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang (1982-1985), Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Jepara (1989-sekarang), Kolumnis tetap di Majalah AULA (1988-1990), Kolumnis tetap di Harian Suara Merdeka, Semarang (1991-sekarang), Rais Aam Syuriyah PBNU (1999-2004), Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI, 2000-2005), Ketua Dewan Syari’ah Nasional (DSN, 2000-2005), dan sebagai Ketua Dewan Pengawas Syari’ah pada Asuransi Jiwa Bersama Putra (2002-sekarang).

Sosok seperti Kiai Sahal ini kiranya layak menjadi teladan bagi semua orang. Sebagai pengakuan atas ketokohannya, beliau telah banyak mendapatkan penghargaan, diantaranya Tokoh Perdamaian Dunia (1984), Manggala Kencana Kelas I (1985-1986), Bintang Maha Putra Utarna (2000) dan Tokoh Pemersatu Bangsa (2002).

Sepak terjang KH. Sahal Mahfudh tidak hanya lingkup dalam negeri saja. Pengalaman yang telah didapatkan dari luar negeri adalah, dalam rangka studi komparatif pengembangan masyarakat ke Filipina tahun 1983 atas sponsor USAID, studi komparatif pengembangan masyarakat ke Korea Selatan tahun 1983 atas sponsor USAID, mengunjungi pusat Islam di Jepang tahun 1983, studi komparatif pengembangan masyarakat ke Srilanka tahun 1984, studi komparatif pengembangan masyarakat ke Malaysia tahun 1984, delegasi NU berkunjung ke Arab Saudi atas sponsor Dar al-Ifta’ Riyadh tahun 1987, dialog ke Kairo atas sponsor BKKBN Pusat tahun 1992, berkunjung ke Malaysia dan Thailand untuk kepentingan Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (BPPN) tahun 1997.

Teladan

Dr. KH. Sahal Mahfudh., MA merupakan ulama kontemporer Indonesia yang disegani karena kehati-hatiannya dalam bersikap dan kedalaman ilmunya dalam memberikan fatwa terhadap masyarakat baik dalam ruang lingkup lokal (masyarakat dan pesantren yang dipimpinnya) dan ruang lingkup nasional.

Sebelum orang mengenal Kyai Sahal, orang akan mengenalnya sebagai sosok yang biasa-biasa saja. Dengan penampilan yang sederhana, orang mengira beliau sebagai orang biasa yang tidak punya pengetahuan apapun. Namun ternyata pengetahuan dan kepakaran Kyai Sahal sudah diakui.

Salah satu contoh, sosok yang menjadi pengasuh beberapa pesantren ini pernah bergabung dengan institusi yang bergerak dalam bidang pendidikan, yaitu menjadi anggota BPPN3 selama 2 periode yaitu dari tahun 1993-2003.

Penghargaan

Penghargaan yang diterima Dr. KH. Sahal Mahfudh., MA adalah penganugerahan gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) dalam bidang pengembangan ilmu fiqh serta pengembangan pesantren dan masyarakat pada 18 Juni 2003 di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Karya-Karya

Dr. KH. Sahal Mahfudh., MA adalah seorang pakar fiqih (hukum Islam), yang sejak menjadi santri seolah sudah terprogram untuk menguasai spesifikasi ilmu tertentu yaitu dalam bidang ilmu ushul fiqih, bahasa Arab dan ilmu kemasyarakatan. Namun beliau juga mampu memberikan solusi permasalahan umat yang tak hanya terkait dengan tiga bidang tersebut, contohnya dalam bidang kesehatan dan beliau menemukan suatu bagian tersendiri dalam fiqh.

Dalam bidang kesehatan Dr. KH. Sahal Mahfudh., MA mendapat penghargaan dari WHO dengan gagasannya mendirikan taman gizi yang digerakkan para santri untuk menangani anak-anak balita (hampir seperti Posyandu). Selain itu juga mendirikan balai kesehatan yang sekarang berkembang menjadi Rumah Sakit Islam.

Karya-karya KH. Sahal Mahfudh yang berbentuk tulisan antara lain:

  1. At-Tsamarah al-Hajainiyah tentang fiqih yang ditulis tahun I960 (Nurussalam, t.t).
  2. Al-Barakat al-Jumu’ah(berbicara tentang gramatika Arab).
  3. Thariqat al-Hushul ila Ghayat al-Ushul (Surabaya: Diantarna, 2000).
  4. Pesantren Mencari Makna (Jakarta: Pustaka Ciganjur, 1999).
  5. Al-Bayan al-Mulamma’‘an Alfadz al-Lumd (Semarang: Thoha Putra, 1999).
  6. Telaah Fikih Sosial, Dialog dengan KH. MA. Sahal Mahfudh (Semarang: Suara Merdeka, 1997).
  7. Nuansa Fiqh Sosial (Yogyakarta: LKiS, 1994).
  8. Ensiklopedi Ijma’ terjemahan bersama KH. Mustofa Bisri dari kitab Mausu’ah al-Ijma’(Jakarta; Pustaka Firdaus, 1987).
  9. Intifah al-Wajadain (Risalah belum diterbitkan).
  10. Wasmah ash-Shibyan ila I’tiqad ma’da ar-Rahman (Risalah belum diterbitkan).
  11. I’danah al-Ashhab ditulis tahun 1961 (Risalah belum diterbitkan).
  12. Faid al-Hija Syarh Nail ar-Rajaditulis tahun 1961 (Risalah belum diterbitkan).
  13. Nadzm Safinat an-Najah ditulis tahun 1961 (Risalah belum diterbitkan).
  14. At-Tarjamah al-Munbalijah ‘an Qashidah al-Munfarijah (Risalah belum diterbitkan).
  15. Luma’ al-Hikmah ila Musalsalat al-Muhimmat (Diktat Pesantren Maslakul Huda, Pati).
  16. Al-Faraid al-Ajibah ditulis tahun 1959 (Diktat Pesantren Maslakul Huda, Pati).
  17. Tipologi Sumber Daya Manusia Jepara dalam Menghadapi AFTA 2003 (Workshop KKNINISNU Jepara, 29 Pebruari 2003).
  18. Strategi dan Pengembangan SDM bagi Institusi Non-Pemerintah, (Lokakarya Lakpesdam NU, Bogor, 18 April 2000).
  19. Mengubah Pemahaman atas Masyarakat: Meletakkan Paradigma Kebangsaan dalam Perspektif Sosial (Silarurahmi Pemda II Ulama dan Tokoh Masyarakat Purwodadi, 18 Maret 2000).
  20. Pokok-Pokok Pikiran tentang Militer dan Agama (Halaqah Nasional PBNU dan P3M, Malang, 18 April 2000).
  21. Prospek Sarjana Muslim Abad XXI, (Stadium General STAI al-Falah as-Sunniyyah, Jember, 12 September 1998).
  22. Keluarga Maslahah dan Kehidupan Modern, (Seminar Sehari LKKNU, Evaluasi Kemitraan NU-BKKBN, Jakarta, 3 Juni 1998).
  23. Pendidikan Agama dan Pengaruhnya terhadap Penghayatan dan Pengamalan Budi Pekerti, (Sarasehan Peningkatan Moral Warga Negara Berdasarkan Pancasila BP7 Propinsi Jawa Tengah, 19 Juni 1997).
  24. Metode Pembinaan Aliran Sempalan dalam Islam, (Semarang, 11 Desember 1996)
  25. Perpustakaan dan Peningkatan SDM Menurut Visi Islam, (Seminar LP Ma'arif, Jepara, 14 Juli 1996).
  26. Arah Pengembangan Ekonomi dalam Upaya Pemberdayaan Ekonomi Umat, (Seminar Sehari, Jember, 27 Desember 1995).
  27. Pendidikan Pesantren sebagai Suatu Alternatif Pendidikan Nasional, (Seminar Nasional tentang Peranan Lembaga Pendidikan Islam dalam Peningkatan Kualitas SDM Pasca 50 tahun Indonesia Merdeka, Surabaya, 2 Juli 1995).
  28. Peningkatan Penyelenggaraan Ibadah Haji yang Berkualitas, (disampaikan dalam Diskusi Panel, Semarang, 27 Juni 1995).
  29. Pandangan Islam terhadap Wajib Belajar, (Penataran Sosialisasi Wajib belajar 9 Tahun, Semarang 10 Oktober 1994).
  30. Perspektif dan Prospek Madrasah Diniyah, (Surabaya, 16 Mei 1994).
  31. Fiqh Sosial sebagai Alternatif Pemahaman Beragama Masyarakat, (disampaikan dalam kuliah umum IKAHA, Jombang, 28 Desember 1994).
  32. Reorientasi Pemahaman Fiqh, Menyikapi Pergeseran Perilaku Masyarakat, (disampaikan pada Diskusi Dosen Institut Hasyim Asy'ari, Jombang, 27 Desember 1994).
  33. Sebuah Refleksi tentang Pesantren, (Pati, 21 Agustus 1993).
  34. Posisi Umat Islam Indonesia dalam Era Demokratisasi dari Sudut Kajian Politis, (Forum Silaturahmi PP Jateng, Semarang, 5 September 1992).
  35. Kepemimpinan Politik yang Berkeadilan dalam Islam, (Halaqah Fiqh Imaniyah, Yogyakarta, 3-5 Nopember 1992).
  36. Peran Ulama dan Pesantren dalam Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Umat, (Sarasehan Opening RSU Sultan Agung, Semarang, 26 Agustus 1992).
  37. Pandangan Islam Terhadap AIDS, (Seminar, Surabaya,1 Desember 1992)
  38. Kata Pengantar dalam buku Quo Vadis NU karya Kacung Marijan, (Pati, 13 Pebruari 1992).
  39. Peranan Agama dalam Pembinaan Gizi dan Kesehatan Keluarga, Pandangan dari Segi Posisi Tokoh Agama, Muallim, dan Pranata Agama, (Mudzakarah Nasional, Bogor, 2 Desember 1991).
  40. Mempersiapkan Generasi Muda Islam Potensial, (Siaran Mimbar Agama Islam TVRI, Jakarta, 24 Oktober 1991).
  41. Moral dan Etika dalam Pembangunan, (Seminar Kodam IV, Semarang, 18-19 September 1991).
  42. Pluralitas Gerakan Islam dan Tantangan Indonesia Masa Depan, Perpsketif Sosial Ekonomi, (Seminar di Yogyakarta, 10 Maret 1991).
  43. Islam dan Politik, (Seminar, Kendal, 4 Maret 1989).
  44. Filosofi dan Strategi Pengembangan Masyarakat di Lingkungan NU, (disampaikan dalam Temu Wicara LSM, Kudus, 10 September 1989).
  45. Disiplin dan Ketahanan Nasional, Sebuah Tinjauan dari Ajaran Islam, (Forum MUIII, Kendal, 8 Oktober 1988).
  46. Relevansi Ulumuddiyanah di Pesantren dan Tantangan Masyarakat, (Mudzakarah, P3M, Mranggen, 19-21 September 1988).
  47. Prospek Pesantren dalam Pengembangan Science, (Refreshing Course KPM, Tambak Beras, Jombang 19 Januari 1988).
  48. Ajaran Aswaja dan Kaitannya dengan Sistem Masyarakat, (LKL GP Anshor dan Fatayat, Jepara 12-17 Februari 1988).
  49. AIDS dan Prostisusi dari Dimensi Agama Islam, (Seminar AIDS dan Prostitusi YAASKI, Yogyakarta, 21 Juni 1987).
  50. Sumbangan Wawasan tentang Madrasah dan Ma'arif, (Raker LP Ma'arif, Pati, 21 Desember 1986).
  51. Program KB dan Ulama, (Pati, 27 Oktober 1986).
  52. Hismawati dan Taman Gizi, (Sarasehan gizi antar santriwati,
  53. Administrasi Pembukuan Keuangan Menurut Pandangan Islam, (Latihan Administrasi Pembukuan dan Keuangan bagi TPM, Pan, 8 April 1986) .
  54. Pendekatan Pola Pesantren sebagai Salah Satu Alternatif membudayakan NKKBS, (Rapat Konsultasi Nasional Bidang, KB, Jakarta, 23-27 Januari 1984).
  55. Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan di Pesantren, (Lokakarya Pendidikan Kependudukan di Pesantren, (Jakarta, 6-8 Januari 1983).
  56. Tanggapan atas Pokok-Pokok Pikiran Pembaharuan Pendidikan Nasional, (27 Nopember 1979).
  57. Peningkatan Sosial Amaliah Islam, (Pekan Orientasi Ulama Khotib, Pati, 21-23 Pebruari 1977).
  58. Dan lain-lain.

Dr. KH. Sahal Mahfudh adalah ulama besar di kalangan Jamiyah Nahdlatul Ulama, pembawaan pendiam, kalem, dan tawadlu. Dr. KH. MA. Sahal Mahfudh terkenal dengan kamus berjalan, dengan kefasihannya dalam ilmu fikih beliau dipercaya menjadi ketua umum MUI pusat.

Beliau dianugerahi gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) dalam bidang pengembangan ilmu fiqh serta pengembangan pesantren dan masyarakat di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 18 Juni 2003.

Beliau adalah sosok yang gemar membaca buku, ini terbukti dengan 1.800 koleksi buku yang dimilikinyadi rumahnya. Bukan saja bidang agama yang dia pelajari namun bacaan lain seperti tentang psikologi hingga novel detektif beliau baca. Alhasil, belum genap berusia 40 tahun, dirinya telah menunjukkan kepintarannya dalam forum fiqih. Dan pada berbagai sidang Bahtsu Al-Masail tiga bulanan yang diadakan Syuriah NU Jawa Tengah, beliau sudah aktif di dalamnya.

 

Lokasi Terkait Beliau

List Lokasi Lainnya