Surat Al-Ma’arij (Tempat naik)

44 AyatSurat ke 70Mekkah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Surah Al-Ma'arij (Arab: المعارج , "Tempat-Tempat Naik") adalah surah ke-70 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 44 ayat. Dinamakan Al Ma’aarij yang berarti tempat naik diambil dari perkataan Al Ma’aarij yang terdapat pada ayat ke 3 surat ini. Para ahli tafsir memberikan beberapa penafsiran mengenai hal ini di antaranya langit, nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah s.w.t kepada ahli surga.

  1. يُبَصَّرُوْنَهُمْۗ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِيْ مِنْ عَذَابِ يَوْمِىِٕذٍۢ بِبَنِيْهِۙ (١١) yubashsharuunahum yawaddu almujrimu law yaftadii min 'adzaabi yawmi-idzin bibaniihi

    11. sedang mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya,

  2. وَصَاحِبَتِهٖ وَاَخِيْهِۙ (١٢) washaahibatihi wa-akhiihi

    12. dan isterinya dan saudaranya,

  3. وَفَصِيْلَتِهِ الَّتِيْ تُـْٔوِيْهِۙ (١٣) wafashiilatihi allatii tu/wiihi

    13. dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia).

  4. وَمَنْ فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًاۙ ثُمَّ يُنْجِيْهِۙ (١٤) waman fii al-ardhi jamii'an tsumma yunjiihi

    14. Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya.

  5. كَلَّاۗ اِنَّهَا لَظٰىۙ (١٥) kallaa innahaa lazhaa

    15. Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak,

  6. نَزَّاعَةً لِّلشَّوٰىۚ (١٦) nazzaa'atan lilsysyawaa

    16. yang mengelupas kulit kepala,

  7. تَدْعُوْا مَنْ اَدْبَرَ وَتَوَلّٰىۙ (١٧) tad'uu man adbara watawallaa

    17. yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama),

  8. وَجَمَعَ فَاَوْعٰى (١٨) wajama'a fa-aw'aa

    18. serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya [1512].

    [1512] Maksudnya: orang yang menyimpan hartanya dan tidak mau mengeluarkan zakat dan tidak pula menafkahkannya ke jalan yang benar.

  9. ۞ اِنَّ الْاِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًاۙ (١٩) inna al-insaana khuliqa haluu'aan

    19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.

  10. اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًاۙ (٢٠) idzaa massahu alsysyarru jazuu'aan

    20. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,